Minggu, 30 Oktober 2011

Soal ujian yang bikin ngocok perut

Sebenere udah cerita lama sih ni.... ane dapet dari kaskus.... sapa tau ente ada yang belum tau... itung2 nambah postingan... biar blog ini g sepi.. Dikisahkan semua murid pada ketawa..termasuk penjaganya... hahahaha
Ini efek dari guru kebanyakan nonyon OVJ... ente liat aja gambar dibawah ini, jika kurang jelas.. klik aja pasa gambarnya


wkwkwkkw Prikitiew gan!
Emang Guru yang ngajarnya juga gak bener, kalo ngajar, pasti duduk di meja
Yg Bikin Soalnya namanya Aden gan! ato Agus Deni Syaepulloh

*Soal ini di SMPN 5 Bandung, yg mau ke TeKaPe, mangga
 Source: kaskus

Jumat, 28 Oktober 2011

ngakak-lah.... Udin santri stresss

ane baru dapet sms lucu.... ane share aja langsung yah....

Ceritanya gini ni....
ustad yang selesai ngasi petuah ke santriwan dan santriwatinya mau keluar... tau2 sandalnya pak.Ustadz ilang tu...

ini percakapanya:
>Ustad: siapa yang tau sandal saya...
.........tiba2 si Udin (salah satu santri yang agak stres) bilang....

>Udin: disembunyikan Ani (santriwati yang ada di ruang sebelah) bah.... "abah (panggilan pak Ustad)"
>Ustad: ambil din....
dengan penuh semngad Udin ke ruang sebelah yang disana ada Ani... lalu Udin bilang k Ani
>Udin: aku di suruh nyium kamu oleh Abah
>Ani: gak bolehhhh!!!! Dosa!!!! bukan mukhrim!!!!
>Udin: gak boleh BAH!!!!!
>Ustad: berikan NDUK!!!
>Udin: tu kan... gw bilang juga apa.. "udin pun cium pipi kiri ani"
dasar udin... rupanya dia belum puas... lalu dia bilang
>Udin: cium yang kanan juga dong An.....
>Ani: GAK BOLEHHH!!!! @ dengan nada marah
lalu Udin teriak ke Abah
>Udin: Yang kanan g boleh BAH!!!!
>Ustad: Berikan semua to NDUK!!!!
>Udin: tu kan.... akhirnya anipun pasrah...kedua pipinya di ciumi ama Udin yang stress itu....


Sekedar bahan ketawaan aja gan... moga terhibur.... [jangan ditiru]

Kamis, 27 Oktober 2011

Kesempatan buat lulusan jurnalisme PPIA-VOA Membuka lowongan kerja...

PPIA-VOA Kembali Buka Pendaftaran Broadcasting Fellowship

VOA Indonesia dan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) menawarkan kesempatan bekerja di VOA Indonesia selama enam bulan, melalui program Broadcasting Fellowship. Program ini mencakup biaya perjalanan PP, akomodasi, asuransi kesehatan, visa dan fiskal. 

Apakah Anda seorang wartawan atau lulusan baru di bidang jurnalisme? Ingin merasakan bekerja di Amerika?

VOA Indonesia dan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) menawarkan kesempatan bekerja di VOA Indonesia selama enam bulan, melalui program Broadcasting Fellowship. Program ini mencakup biaya perjalanan PP, akomodasi, asuransi kesehatan, visa dan fiskal.

Kesempatan ini terbuka bagi lulusan baru di bidang Jurnalisme dan Penyiaran, dan mereka dengan pengalaman kurang dari tiga tahun di bidang penyiaran atau media cetak. Batas waktu pendaftaran adalah tanggal 31 Oktober 2011, seleksi awal berlangsung mulai tanggal 1 November 2011, wawancara pada tanggal 9 Januari 2021 dan program akan mulai berjalan awal bulan April 2012.

Caranya:
- Klik logo dokumen Word dibawah
- Silahkan download aplikasi PPIA-VOA Broadcasting Fellowship 2012-2013
- Isi pertanyaan yang telah disediakan
- E-mail ke fellowship@voanews.com


Program Fellowship

Broadcasting Fellowship oleh PPIA-VOA adalah program kerjasama antara Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) dengan Voice of America (VOA). Program ini memberi kesempatan berharga bagi para penyiar dan jurnalis muda Indonesia untuk mendapat pengalaman kerja di salah satu organisasi penyiaran internasional ternama, VOA di Washington, DC. Peserta akan bergabung dengan tim VOA Indonesia yang dinamis, di mana mereka akan mengembangkan keterampilan untuk memproduksi berita dan informasi lainnya sesuai dengan standar tinggi jurnalistik dan penyiaran VOA. Selama 6-12 bulan di AS, mereka memberi kontribusi kepada program multimedia VOA Indonesia di televisi, radio, internet dan ponsel untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang dan obyektif bagi khalayak di Indonesia.

Broadcasting Fellowship oleh PPIA-VOA juga merupakan perwujudan tujuan PPIA untuk meningkatkan pemahaman dan mempererat persahabatan antara Amerika Serikat dan Indonesia. Para peserta tak hanya memperoleh pengalaman profesional di VOA, mereka juga tinggal selama masa kerja tersebut di AS. Selama di sini, mereka berlaku sebagai duta tak resmi dari Indonesia di komunitas mereka di Amerika. Sekembalinya mereka ke Indonesia, mereka tidak hanya membawa kembali pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh di VOA, tapi juga dapat membagi pengalaman mereka hidup di Amerika dengan rekan, tetangga, teman dan keluarga mereka.


Ketentuan Fellowship

Setiap tahunnya, PPIA dan VOA memilih dua penyiar atau jurnalis muda. Mereka yang dapat melamar untuk program ini adalah lulusan baru perguruan tinggi, atau mereka yang telah memiliki pengalaman kerja tidak lebih dari tiga tahun.

PPIA menanggung biaya yang muncul selama proses seleksi, permohonan visa AS dan tiket pesawat ke dan dari Amerika bagi para peserta. Akomodasi, biaya hidup dan asuransi kesehatan di Amerika ditanggung dengan gaji peserta selama bekerja untuk VOA.

VOA menyediakan visa J-1 bagi para peserta. Dengan visa J-1, peserta diwajibkan untuk kembali ke Indonesia dan tinggal selama sekurang-kurangnya dua tahun, sebelum dapat melamar untuk bekerja atau tinggal di Amerika. Dengan demikian, peserta dapat menyalurkan pengetahuan dan pengalaman mereka di tanah air sekembalinya dari program ini.

Kedua peserta terpilih setiap tahunnya akan memulai bekerja untuk VOA di bulan April.


Proses Seleksi

PPIA dan VOA membuka pendaftaran pada bulan Oktober. Tenggat waktu pendaftaran adalah 1 November. Dewan juri terdiri dari perwakilan PPIA dan VOA yang akan melakukan seleksi bertingkat terhadap para pelamar dan mengumumkan pemenang pada akhir Januari.


Pemenang Fellowship dari Tahun ke Tahun

Fellow yang terpilih untuk tahun 2008 adalah reporter Metro TV, Fauziah Erwin, dan Hanggapuri Anindita, pembawa acara Hard Rock FM. Sepulangnya ke Indonesia, Fauziah melanjutkan bekerja untuk Metro TV sebagai Kepala Biro Makassar, dan Hanggapuri menjadi Acting Program Director untuk Gen 98,7 FM Jakarta.

Pemenang untuk tahun 2009 adalah Esther Samboh dan Juanita Wiraatmaja. Esther adalah lulusan Fakultas Komunikasi Pelita Harapan dengan pengalaman di media cetak, seperti The Jakarta Post, majalah Hai, Cosmo Girl dan Trax. Sementara Juanita adalah presenter dan reporter untuk program Liputan 6 SCTV.
Pada tahun 2010, PPIA mendatangkan Nurina Asri Savitri dan Febriamy Hutapea. Nurina adalah reporter untuk MetroTV dan Febriamy adalah wartawan surat kabar berbahasa Inggris, The Jakarta Globe.

Latar Belakang PPIA
PPIA berdiri tahun 1959 dengan nama Lembaga Indonesia-Amerika (LIA). Tujuan utama organisasi nirlaba PPIA adalah untuk meningkatkan persahabatan antara warga Indonesia dan Amerika.


Untuk Informasi Selengkapnya

mengenai PPIA, kontak:
Vera Djuliarso, Direktur Pelaksana, MLI II Building, Lantai 2
Jl. MT Haryono Kav 49
Pancoran, Jakarta, DKI Jaya, 12770
http://www.ppia-online.org
62-21079181149, 62-217901460

Klik logo di bawah ini untuk formulir aplikasi:


Source: membatukawan.blogspot.com

Sabtu, 22 Oktober 2011

Biar pasangan g selingkuh lagi...

hay semua....
ane psoting ini waktu studio ane lg oglangan.... kampret bener... waktu lg asik posting sesuap nasi... tau2 listrik mati... dasar PLN (Perusahaan Lilin Negara)
wah.. kok malah curhat...


Langsung aje ni... ane kasi tips.. agar pasangan tidak selingkuh lagi?
1. bicara baik2 ama pasangan anda.. "seolah g tau kalo pasangan anda selingkuh"
2. ajak pasangan anda jalan2 ke tempat yang sepi:contoh. pantai... hutan... intinya tempatnya sepi g ada orang dan enak buat ngomong dari hati ke hati.....
3. setelah sampai di hutan yang sepi... ajak tuk pasangan anda makan ato minum bekal yang di bawa, bahasa kerennya "piknik" kali....
4setelah makan udah enak dan nafas udah lega setelah perjalanan... ajak ngobrol mengenai masalah yang sedang kalian hadapi... dan selesaikan dengan hati yang dingin, dan ngomong dari hati ke hati
6. jika pasangan anda tidak mau ngerti juga... tengok kanan kiri, jika sepi g ada orang, dorong dia ke jurang.... hehehehehe...

becanda gan... ane bingung si,, mo nulis apaan...
yang nomor6 g usah di praktekan kali yah... tar ente bisa2 masuk tahanan tu...

Kamis, 20 Oktober 2011

Ucapan

Follower Pertama: Bu.Srinarwanti S.Pd. "tengkiu bu...udah mau mampir dan gabung"
Pertamax.... ditunggu atensinya buat teman2 yang laen...

Berita gembira bagi lulusan Calon Guru: Unnes Rekrut 300 Sarjana Pendidikan

Jika ente ingin manjadi "Umar Bakhrie", tapi g kesampean2.. ente wajib coba program ini... daripada bengong dirumah aje....

Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan merekrut sedikitnya 300 sarjana pendidikan untuk mengajar selama setahun di berbagai pelosok Indonesia. Selama mengabdi, mereka akan mendapatkan biaya hidup per bulan dan setelah itu akan dibiayai untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Pembantu Rektor Bidang Akademik Agus Wahyudin mengemukakan hal itu terkait dengan penunjukan universitasnya sebagai salah satu pelaksana program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia itu. Dalam program itu, secara nasional tahun ini akan diberangkatkan sedikitnya 3.500 orang.

”Unnes bersama 12 lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) lainnya akan segera merekrut calon peserta sekaligus kelak menjadi tempat pelaksanaan PPG,” katanya.

Mereka, lanjutPR I, akan ditempatkan di wilayah yang lazim disebut 3T, yakni terdepan, terluar, dan tertinggal. Wilayah tersebut antara lain Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.

Muara dari program ini, lanjut PR I, adalah munculnya guru profesional yang memiliki pengabdian tinggi terhadap Negara Kesatuan republik Indonesia. ”Setiap lulusan PPGmerupakan guru profesional,” katanya.

Dikemukakan, para peserta merupakan sarjana pendidikan lulusan empat tahun terakhir dan ber-IPK minimal 2,75 dari program studi yang dibutuhkan di wilayah pengabdian.

Menurutsurat yang dikirimkan oleh Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dirjen Dikti Kemdiknas, program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia tak lepas dari permasalahan pendidikan yang senantiasa membelit wilayah pelosok. Antara lain kekurangan guru, disparitas kualitas, mismatched, distribusi tidak merata, tingginya angka putus sekolah, dan rendahnya angka partisipasi sekolah.

Alasan lainnya, peningkatan mutu pendidikan di wilayah itu perlu dikelola secara khusus dan sungguh-sungguh. Apalagi daerah 3T memiliki peran strategis dalam memperkukuh ketahanan nasional dan keutuhan NKRI. Dengan begitu, perlu percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T dengan memberdayakan sarjana pendidikan dalam rangka pembekalan calon pendidik profesional melalui program ini,

Pendaftaran akan dibuka di 12 LPTK, termasuk Unnes pada 20-29 Oktober 2011 melalui website unnes.ac.id. Selanjutnya seleksi digelar 30 Oktober hingga 1 November. Sebelum diberangkatkan oleh Mendiknas pada 21 November, mereka akan mendapatkan berbagai pembekalan di LPTK penyelenggara.
Source:  membatukawan.blogspot.com

Rabu, 19 Oktober 2011

Tulisan pertama gan....

Ane belum sempat posting gan...
G ada data2 yang bisa ane masukin...
apa yah.. bingung juga mo ngisi apaan.. photo2 juga g ada..ni..
buat ajang cari jodoh aja kali yah... "buat yang belum nikah" termasuk ane...hahahahaha...
ehm.... bingung mo nulis apaan lg... yang penting sukses buat semuanya.. sukses dunia akhirat pastinya...

ane kangen banget ama semuanya... teman2 semua.. guru2 dan yang jualan di kantin belakang sekolah...